This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 April 2018

Pray

Ya Allah
Aku bersujud
Menyerahkan segala jiwa raga
Menangis menghiba
HambaMu yang hina dina ini
Ya Allah,
Berikanlah seorang teman
Sehidup semati yang berakhlak karim
Yang mampu berbagi dalam kesedihan
Dan kemalangan hidupku
Yang mampu menjadi pendengar yang baik
Yang mampu memberikan contoh yang teladan
Yang bertaqwa
Ya Allah,
Kirimkanlah segera
Amin ya Allah

Jumat, 27 April 2018

My life

Hidupku memang tidak indah
Namun aku akan selalu berusaha untuk berhasil
Walaupun hasilnya tetap saja kacau
Bertahan
Bertahan
Bertahan
Sampai pada akhirnya Allah memanggilku

Selasa, 24 April 2018

cerpen

 Rabu, 25 April 2018 Mangga 1

life

"Marahkah, kamu?"
"Menurutmu?"
"yowes."

Aku tersenyum kecut. Kemudian Aku tertawa sekeras-kerasnya.  Aku lega bisa menertawakan hiduoku. Kamu memandangku sangat sinis. Hmmm... Ya, sangat sinis. Acuh, cuek, yah begitulah. Aku sudah faham. walaupun kamu selalu menyangkalkan bahwa Aku telah mengenalmu banyak. Jika Aku tak faham kamu, sudah pasti Aku tak sanggup menjadi temanmu. Aku bisa berikan posisiku sekarang pada siapapun wanita di alam dunia ini dengan senang hati, apabila ada yang mau dan sanggup menggantikan diriku.

"Kenapa dengan dirimu?"
"I'm fine."

Senyumku mengembang lagi dibalik topeng bopeng-bopeng. Rasa sakit dan luka yang berkali-kali kau torehkan itu sudah tidak terasa lagi pedih dan perihnya. Kau seakan bisa melukai diriku dengan baiknya dan gampangnya. Tak pernah tahu, apa dirimu merasa jika sedang melakukan itu. Namun Aku tak kan pernah bisa dan dapat untuk melukai hatimu. Pun tak bisa membalas perlakuan itu.

Kau membawaku di ujung siang terik ini, jauh dari populasi manusia. Jalannya berkelok-kelok, kadang memutar, kadang ik ak, melewati gunung pasir, padang tandus, sampailah pada sebuah rumah sederhana. Aku bahagia melihat rumah itu. Kemudian tanpa kata kau tinggalkan Aku. bengong, memandang punggungmu yang semakin menjauh dari sisiku.

Setelah kau menghilang dari pandangan, Aku duduk termangu di teras rumah. Tak tahu harus bagaimana. Tak ada kunci, tak ada petunjuk. Aku hanya memutar-mutari rumah itu. 

Kamis, 19 April 2018

Teman hidupku 2

Hey,
Saat kita bertemu
Segunung Es rinduku
Perlahan luruh
Merasakan kehangatan kedipan matamu
Senyum manjamu
Berbinar teduh pandanganmu
Sinar bahagia wajahmu yang tampan
Kemudian mengalir hangat sentuhan tanganmu
Pelukan erat kasihmu,
Hmmmm...
Dan ketika perpisahan sudah tiba,
Saatnya kulepaskan dirimu,
Dalam pelukanmu
Biarlah kupeluk erat tubuhmu
Kureguk dalam-dalam aromamu
Lama
Biarlah Seperti ini,
Just a moment
Untuk mengisi kembali udara dalam rongga2 paru-paruku
Supaya kumampu bernafas  kembali
Saat-Saat kau tak berada di sisiku
Saat-saat ku unfall nafas ini
Karena akan lama sekali Untuk dapat bertemumu lagi

Minggu, 15 April 2018

Teman hidup 1

Hi teman hidupku
Banyak Waktu telah kita lewati
Banyak kalimat sudah kita maknai
Banyak pahit asam getir kita nikmati
Sampai di sini sekarang
Teman hidupku
Senyumku tak akan pudar di atas lukaku
Tetesan air lukaku tak akan kuperlihatkan lagi di hidungmu
Wahai teman hidupku
Kasih Sayangku tulus ikhlas
Tanpa syarat
Teman hidupku
Aku akan melakukan sesempurna
Sesuatupun itu padamu
Walaupun Aku tetap manusia biasa
Hi teman hidupku
Kuingin kekuatan cinta akan meredam
Rasa sakit kita
Perubahan2  hati kita berdua
Ke arah kelelahan
Teman hidupku
Tentu Aku tak Mau
Dirimu terluka menderita
Pada saatnya Nanti itu mesti kau alami
Aku rela terima
Kau tinggalkan Aku
Kau biarkan Aku
Tak akan pernah Aku menahanmu
Untuk bersamaku
Karena Aku tau
Hatimu tak Ada lagi ruang
Jangan pernah melihatku lagi
Jangan pernah memilihku
Teman hidupku
Bahagialah
Aku di sini selalu mendoakan terbaik Untuk mu.

So good bye
Don't look back

Jika

Jika air mata bisa menghapus
Sakit deritaku
Aku akan Menangis
Hingga luka laraku sembuh
Entah sampai Kapan

Teman hidup

Aku mencoba sedapat mungkin
Untuk menjadi
Apa yang kau pinta
Apa yang kau inginkan
Apa yang dambakan
Jika itu Aku masih kuat
Untuk menghadapi karaktermu
Untuk berhadapan egomu
Saat Aku lemah dan kalah
Mungkin tangisku yang akan menghapus
Aku ingin nyawaku yang akan mengakhiri semua Ini
Bukan kalimat saktimu
Bukan lara deritaku
Bukan pula letih jiwaku
Sayang, Aku mendoakanmu sehat sejahtera
Jangan pernah memilihku